Aku hidup
Aku suka dan bahagia menjalani profesiku sebagai traveler, iya traveler kehidupan.
Sedari aku kecil hingga kini yg terlihat tumbuh tinggi namun tetap ingusan pada waktu nya, yg masih cengeng ketika merindu sosok ibu.
Hidup untuk berjalan menyusuri waktu yang kian habis, hingga langkah terakhir akan berhenti pada sebuah pertemuan antara perpisahan jiwa dan raga.
Perjalanan ku di mulai dari depan pintu rumah hingga depan pintu rumah orang, bibir pantai, dan samudera di atas awan yg jauh ny bermil-mil, melewati jalan setapak hingga jalanan kota, menaiki roda dua hingga roda-roda lain ny yg berujung pada roda kehidupan.
Perjalanan hidup memang tak mudah ada saat ny kita jatuh dan tersungkur kemudian lama untuk bangkit, karena nyata ny bangkit itu bukan perkara mudah seperti kita membalikan telapak tangan, meski ada proses menguatkan diri, meyakinkan diri, yg tentunya itu tidak bisa kita pikirkan sendiri, harus ada orang lain yg senantiasa bisa memberikan energi positif kepada kita, entah itu dari teman, sahabat, saudara, dan keluarga.
Ada susah, senang, bahagia, namun nyata ny kata bahagia itu jarang terucap, karena kata susah itu lebih sering di gemari oleh sebagian orang yg kurang bersyukur mungkin.
Perjalanan hidup setiap orang itu berbeda-beda, namun kenyataannya bagi beberapa orang mereka ingin seperti orang lain yg nampak terlihat bahagia, namun kenyataannya entah dia sedang bahagia atau tidak, tapi menurutku, percayalah pada diri anda kalau anda bisa bahagia dengan cara anda sendiri tidak perlu menjadi seperti orang lain.
Perihal tentang hidup yg di jalani , hidup Takan membuat anda susah kalau anda tidak membuat hidup anda sendiri susah, dengan pemikiran-pemikiran yg terlalu memaksakan diri untuk melakukan hal tidak sesuai dengan hati nurani, namun hanya keegoisan diri yg anda ikuti.
Berjuang untuk tetap hidup itu tidak susah, yg susah itu berjuang untuk fashion hidup.
Bersyukur dan kesampingkan keegoisan diri, tidak ada yg tidak mungkin jika kita mau berusaha untuk hidup bahagia dan sejahtera, selagi kita masih tetap ingat Tuhan yg menciptakan kita.
Jika hidup penuh dengan drama maka berhentilah untuk menjadi sang narator dan penulis fiksi hidup, hidup lah dengan seadanya. Yakinkan diri bahwa kita layak untuk hidup tanpa harus menyusahkan orang banyak dan hidup dalam drama yg tidak pasti.
Menangis untuk senyum
Sedih untuk bahagia
Jatuh untuk bangkit
Hidup untuk mati
Proses perjalanan hidup yg akan tetap berlanjut hingga rambut memutih dan berujung kembali ke tanah dan asalnya.
Memaknai hidup memang bukan untuk Di tuangkan dalam sebuah karya pemikiran tapi hanya dalam pemikiran dan memori kenangan hidup, tapi bagiku menuangkan dalam sebuah karya yg berasal dari pemikiran ku dalam sebuah tulisan adalah salah satu kenangan yg akan tetap ada hingga di ujung waktu saat akan berpisah dengan ragaku, hingga nanti aku bisa berbagi kisah dengan anak cucuku, meski hanya dalam sebuah larik pada kertas yg ku goresakan dengan penaku.
Perjalanan hidup. jurnal 1
Sebuah proses menaklukan keegoisan pemikiran.
Salam kehidupan
Jakarta, 07 januari 2019
Oleh: aku j.s